Bab 2 Sumber Daya Alam
Sumber Daya Alam
MAKALAH
Logo/gambar
BY:
Nama : Arief Noor Rizki Kurniawan
(jurusan)
(Universitas)
(Tahun ajaran)
Bab 2. Sumber Daya Alam
1. Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam (biasa
disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Yang
tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik,
seperti hewan, tumbuhan,
dan mikroorganisme,
tetapi juga komponen abiotik,
seperti minyak bumi, gas
alam, berbagai jenis logam, air,
dan tanah.
Inovasi teknologi,
kemajuan peradaban dan populasi manusia,
serta revolusi industri telah
membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya
terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini
2. Sumber Daya Alam Di Indonesia
Indonesia merupakan
negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil.
Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati
yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya,
akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang
berkelanjutan (green economy).
Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang
pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak
pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat
penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam
tersebut. Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa
faktor, antara lain:
- Dilihat
dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerahtropis yang memiliki
curah hujan yang tinggi sehingga
banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
- Dilihat
dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakanlempeng tektonik sehingga banyak
terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.
Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan bagi
berbagai jenis tanaman dan hewan laut, serta mengandung juga berbagai jenis
sumber mineral.
Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia
ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga yang
dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12% dari mamalia,
16% dari hewan reptil,
17% dari burung,
18% dari jenis terumbu karang, dan 25% dari hewan laut. Di
bidang agrikultur,
Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya,
seperti biji coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh,
dan bahkan kayu yang
banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.
Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas
pada kekayaan hayatinya saja. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai
penghasil berbagai jenis bahan tambang, seperti petroleum, timah, gas
alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, batu
bara, emas,
dan perak.
Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang
subur dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Wilayah perairan yang
mencapai 7,9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat
besar.
3. Sumber Daya Alam Dan Pertumbuhan Ekonomi
Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu
negara memiliki kaitan yang erat, dimana kekayaan sumber daya alam secara
teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akan tetapi, pada
kenyataannya hal tersebut justru sangat bertentangan karena negara-negara di
dunia yang kaya akan sumber daya alamnya seringkali merupakan negara dengan
tingkat ekonomi yang rendah.
Kasus ini dalam bidang ekonomi sering pula
disebut Dutch disease. Hal ini disebabkan negara yang cenderung
memiliki sumber pendapatan besar dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi
sosial yang lebih rendah daripada negara-negara yang bergerak di sektor
industri dan jasa. Di samping itu, negara yang kaya akan sumber daya alam juga
cenderung tidak memiliki teknologi yang memadai dalam mengolahnya.
Korupsi, perang saudara, lemahnyapemerintahan dan demokrasi juga
menjadi faktor penghambat dari perkembangan perekonomian negara-negara
terebut. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pembenahan sistem
pemerintahan, pengalihan investasi dan penyokongan ekonomi ke bidang industri
lain, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberdayaan
sumber daya alam. Contoh negara yang telah berhasil mengatasi hal tersebut
dan menjadikan kekayaan alam sebagai pemicu pertumbuhan negara adalahNorwegia dan Botswana.
4. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hayati Dan
Non Hayati
Sumber daya alam memiliki peranan dalam
pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk memudahkan pengkajiannya, pemanfaatan
SDA dibagi berdasarkan asalnya, yaitu SDA hayati dan nonhayati.
- Sumber
daya alam hayati
Sumber daya alam hayati adalah Sumber Daya Alam yang
berasal dari mahluk hidup, atau berhubungan dengan mahluk hidup
1. Tumbuhan
Tumbuhan merupakan
sumber daya alam yang sangat beragam dan melimpah. Organisme ini
memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati melalui
prosesfotosintesis.
Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau
penyusun dasar rantai makanan.
Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan
kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan berdampak pada rusaknya rantai
makanan. Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari
rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat
di atasnya. Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia diantaranya:
- Bahan
makanan:padi, jagung,gandum,tebu
- Bahan
bangungan:kayu jati, kayu mahoni
- Bahan
bakar (biosolar):kelapa sawit
- Obat:jahe, daun binahong, kina, mahkota dewa
- Pupuk
kompos.
2. Pertanian
dan perkebunan
Indonesia dikenal sebagai negara agraris
karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau
bercocok tanam. Data statistik pada tahun 2001 menunjukkan
bahwa 45% penduduk Indonesia bekerja di bidang agrikultur. Hal ini
didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini memiliki lahan seluas lebih dari 31
juta ha yang telah siap tanam, dimana sebagian besarnya dapat ditemukan di
Pulau Jawa.
Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai
macam tumbuhan komoditi ekspor, antara lain padi, jagung, kedelai,
sayur-sayuran, cabai, ubi, dan singkong. Di samping itu, Indonesia juga
dikenal dengan hasil perkebunannya, antara lain karet(bahan
baku ban), kelapa sawit (bahan
baku minyak goreng), tembakau (bahan
baku obat dan rokok), kapas (bahan
baku tekstil), kopi (bahan
minuman), dan tebu (bahan
bakugula pasir).
3. Hewan,
peternakan, dan perikanan
Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan
liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Pemanfaatannya dapat sebagai
pembantu pekerjaan berat manusia, sepertikerbau dan kuda atau
sebagai sumber bahan pangan, seperti unggas dan sapi.
Untuk menjaga keberlanjutannya, terutama untuk satwa langka, pelestarian secara
in situ dan ex situ terkadang harus dilaksanakan.
Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di
habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian dengan
memindahkan hewan tersebut dari habitatnya ke tempat lain. Untuk
memaksimalkan potensinya, manusia membangun sistem peternakan,
dan juga perikanan,
untuk lebih memberdayakan sumber daya hewan.
- Sumber
daya alam nonhayati
Sumber daya alam non hayati Ialah sumber daya alam yang
dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus,
contohnya: air, angin, sinar matahari, dan hasiltambang.
A) AIR
Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup
dan bumi sendiri didominasi oleh wilayah perairan. Dari total wilayah
perairan yang ada, 97% merupakan air asin (wilayah laut, samudra,
dll.) dan hanya 3% yang merupakan air tawar (wilayah sungai, danau,
dll.).
Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia, kebutuhan
akan air, baik itu untuk keperluan domestik dan energi,
terus meningkat. Air juga digunakan untukpengairan,
bahan dasar industri minuman,
penambangan, dan aset rekreasi.
Di bidang energi, teknologi penggunaan air sebagai sumber listrik sebagai
pengganti dari minyak bumi telah dan akan terus berkembang karena selain
terbaharukan, energi yang dihasilkan dari air cenderung tidak berpolusi dan
hal ini akan mengurangi efek rumah kaca.
A. Angin
Pada era ini, penggunaan minyak bumi, batu
bara, dan berbagai jenis bahan
bakar hasil tambang mulai
digantikan dengan penggunaan energiyang
dihasilkan oleh angin. Angin mampu menghasilkan energi dengan menggunakan
turbin yang pada umumnya diletakkan dengan ketinggian lebih dari 30 meter di
daerah dataran tinggi.
Selain sumbernya yang terbaharukan dan selalu ada, energi
yang dihasilkan angin jauh lebih bersih dari residu yang dihasilkan oleh bahan
bakar lain pada umumnya. Beberapa negara yang telah mengaplikasikan turbin
angin sebagai sumber energi alternatif adalah Belanda dan Inggris.
B. Tanah
Tanah adalah komponen penyusun permukaan bumi
.Tanah termasuk salah satu sumber daya alam nonhayati yang penting untuk
menunjang pertumbuhan penduduk dan
sebagai sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk hidup.
Pertumbuhan tanaman pertanian dan perkebunan secara
langsung terkait dengan tingkat kesuburan dan kualitas tanah. Tanah
tersusun atas beberapa komponen, seperti udara, air, mineral, dansenyawa organik. Pengelolaan sumber daya nonhayati ini
menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertambahan penduduk dunia dan
kondisi cemaran lingkungan yang ada sekarang ini.
C. Hasil tambang
Sumber daya alam hasil penambangan memiliki
beragam fungsi bagi kehidupan manusia, seperti bahan dasar infrastruktur, kendaraan bermotor, sumber energi,
maupun sebagai perhiasan.
Berbagai jenis bahan hasil galian memiliki nilai ekonomi
yang besar dan hal ini memicu eksploitasi sumber daya alam
tersebut. Beberapa negara, seperti Indonesia dan Arab, memiliki pendapatan
yang sangat besar dari sektor ini. Jumlahnya sangat terbatas, oleh karena
itu penggunaannya harus dilakukan secara efisein. Beberapa contoh bahan tambang
dan pemanfaatannya:
Minyak bumi
- Avturuntuk bahan bakar pesawat
terbang
- Bensinuntuk bahan bakar kendaraan
bermotor
- Minyak tanahuntuk bahan baku lampu minyak
- Solaruntuk bahan bakar kendaraan
diesel
- LNG
(Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas
- Oliialah bahan untuk pelumas
mesin
- Vaselinialah salep untuk bahan obat
- Parafinuntuk bahan pembuat lilin, dan
- Aspaluntuk bahan pembuat jalan
(dihasilkan di Pulau Buton)
- Dimanfaatkan
untuk bahan bakarindustri dan rumah tangga.
- Untuk
peralatan rumah tangga,pertanian dan lain-lain
- merupakan
jenis logam yang berwarna kekuning-kuningan, lunak dan mudah ditempa.
- Sebagai
bahan dasar pembuatanalumunium.
- untuk
perhiasan
- Untuk
bahan bangunan rumah atau gedung
- Untuk
bahan obat penyakit kulit dan korek api
- Untuk
obat dan peramu garam dapur beryodium
- Untuk
bahan pelapis besi agar tidak mudah berkarat.
- Untuk
bahan bakar kompor gas
- Untuk
pembuatan pembuatan besi baja
- Bermanfaat
untuk membuat pensil, dan bahan pembuatan baterai
5. Landasan Kebijaksanaan Pengelolaan Sumber
Daya Alam
- Kebijakan
pelestarian air perlu menempatkan sub sistem produksi air, distribusi
air, dan konsumsi air dalam satu kesatuan yang meyeluruh dan terkait untuk
menuju pada pencapaian pola keseimbangan antar sub sistem tersebut
- Kebijakan
sub sistem Produksi Air, meliputi
- Konservasi
ekosistem DAS dan sumber air untuk menjamin pasokan air
- Mencegah
dan memulihkan kerusakan lingkungan terutama pada ekosistem DAS
- Mengendalikan
pencemaran untuk menjaga dan meningkatkan mutu air
- Optimalisasi
pemanfaatan air hujan
3.
Kebijakan konsumsi air yang hemat dan efisien
untuk mendukung pelestarian air
4.
Kebijakan sub sistem distribusi air, meliputi
- Merencanakan
peruntukan air permukaan dan air tanah
- Meningkatkan
infrastruktur yang memadai
5.
Kebijakan penataan ruang, meliputi
- Menetapkan
rencana tata ruang sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan
- Konsistensi
pemanfaatan ruang
- Pengawasan
penataan ruang
- Meningkatkan
akses informasi
6.
Kebijakan kelembagaan, meliputi
- Membentuk
lembaga pengelola air
- Mekanisme
penyelesaian sengketa air
- Valuasi
ekonomi
- Insentif
ekonomi
Pokok-pokok kebijakan sumber daya alam dan lingkungan
hidup di bidang energi adalah:
- Kebijakan
pencegahan pencemaran; Baku Mutu Limbah Cair penambangan batu bara, Baku
Mutu kualitas udara ambient dan emisi gas buang kendaraan bermotor, dan
pelaksanaan AMDAL pada setiap kegiatan penambangan.
- Kebijakan
produksi dan penyediaan energi yang ramah lingkungan.
- Kebijakan
penguatan security of supply, dengan upaya penyediaan bahan bakar campuran
BBM seperti gahosol, biodisel, dll.
- Kebijakan
pemanfaatan energi yang ramah lingkungan.
- Kebijakan
pemanfaatan energi tak terbarukan dengan efisien dan hemat.
- Kebijakan
pemenfaatan energi terbarukan, dengan dorongan investasi dan inovasi
teknologi.
6. Karakteristik Ekologi Sumber Daya Alam
Faktor-faktor pembatas ekologis ini perlu
diperhitungkan agar pembangunan membawa hasil yang lestari.Hubungan antara
pengawetan ekosistem dan perubahan demi pembangunan demi pembangunan ada tiga
prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu :
- Kebutuhan
untuk memperhatikan kemampuan untuk membuat pilihan penggunaan sumber alam
di masa depan.
- Kenyataan
bahwa peningkatan pembangunan pada daerah-daerah pertanian tradisional
yang telah terbukti berproduksi baik mempunyai kemungkinan besar untuk
memperoleh pengembalian modal yang lebih besar dibanding daerah yang baru.
- Kenyataan
bahwa penyelamatan masyarakat biotis dan sumber alam yang khas merupakan
langkah pertama yang logis dalam pembangunan daerah baru, dengan alasan
bahwa sumber alam tersebut tak dapat digantikan dalam arti pemenuhan
kebutuhan dan aspirasi manusia, dan kontribusi jangka panjang terhadap
pemantapan dan produktivitas daerah (Dasmann, 1973)
Seperti pernyataan diatas, Sumber daya alam
ini adalah energi yang sifatnya tidak dapat digantikan. Proses penggantian ini
membutuhkan waktu yang sangat lama. Hampir setiap waktu sumber daya alam ini
tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia. Beberapa sampel yang bisa kita
lihat bahwa sember daya alam ini tak bisa lepas dari kehidupan kita
sehari-hari.
7. Daya Dukung Lingkungan
Menurut Soerjani et al. (1987), pengertian
daya dukung lingkungan adalah batas teratas dari pertumbuhan suatu populasi
saat jumlah populasi tidak dapat didukung lagi oleh sarana, sumber daya dan
lingkungan yang ada. Menurut Khana dalam KLH (2010) daya dukung
lingkungan dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mendapatkan hasil atau
produk di suatu daerah dari sumber daya alam yang terbatas dengan
mempertahankan jumlah dan kualitas sumberdayanya.
Sesuai dengan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa
daya dukung lingkungan tidak hanya diukur dari kemampuan lingkungan dan
sumberdaya alam dalam mendukung kehidupan manusia, tetapi juga dari kemampuan
menerima beban pencemaran dan bangunan.
Menurut UU No. 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Lingkungan Hidup adalah kesatuan
ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia
dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan
perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Pengertian (Konsep) dan Ruang Lingkup Daya
Dukung Lingkungan Menurut UU No. 23/ 1997, daya dukung lingkungan hidup adalah
kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia, makhluk hidup
lain, dan keseimbangan antarkeduanya. Menurut Soemarwoto (2001), daya dukung
lingkungan pada hakekatnya adalah daya dukung lingkungan alamiah, yaitu
berdasarkan biomas tumbuhan dan hewan yang dapat dikumpulkan dan ditangkap per
satuan luas dan waktu di daerah itu. Menurut Khanna (1999), daya dukung
lingkungan hidup terbagi menjadi 2 (dua) komponen, yaitu kapasitas penyediaan (supportive
capacity) dan kapasitas tampung limbah (assimilative capacity).
8. Keterbatasan Kemampuan Manusia
Manusia adalah makhluk yang dilahirkan paling
sempurna. Manusia memiliki kemampuan kognitif untuk memproses informasi yang
diperoleh dari lingkungan di sekelilingnya melalui indera yang dimilikinya,
membuat persepsi terhadap apa-apa yang dilihat atau dirabanya, serta berfikir
untuk memutuskan aksi apa yang hendak dilakukan untuk mengatasi keadaan yang
dihadapinya. Hal-hal yang dapat mempengaruhi kemampuan kognitif pada manusia
meliputi tingkat intelejensi,kondisi fisik, serta kecepatan sistem pemrosesan
informasi pada manusia. Bila kecepatan sistem pemrosesan informasi terganggu,
maka akan berpengaruh pada reaksi manusia dalam mengatasi berbagai kondisi yang
dihadapi.
Keterbatasan kognitif terjadi apabila
terdapat masalah atau gangguan pada kemampuan kognitif. Masalah yang dialami
bisa terjadi sejak lahir, atau terjadi perubahan pada tubuh manusia seperti
terluka, terserang penyakit, mengalami kecelakaan yang dapat menyebabkan
kerusakan salah satu indera, fisik atau juga mental. Akibat dari adanya
keterbatasan kognitif ini, manusia menjadi tidak mampu untuk memproses
informasi dengan sempurna. Dengan ketidaksempurnaan ini maka manusia yang
memiliki keterbatasan kognitif mengalami masalah dalam meraba, mempelajari atau
berfikir untuk bereaksi terhadap keadaan yang dihadapinya.
Persepsi dalam arti sempit melibatkan
pengalaman kita tapi secara psikis pengertian itu tidaklah tepat. Tetapi lebih
tepatnya persepsi merupakan proses yang menggabungkan dan mengorganisir data-data
indera kita ( penginderaan) untuk dikembangkan sedemikian rupa sehingga kita
dapat menyadari di sekeliling kita, termasuk sadar dengan diri kita sendiri.
Dan didalam mempersepsi keadaan sekitar maka kita harus melibatkan indra kita
maka akan lahir sebuah argumen yang berasal dari informasi yang dikumpulkan dan
diterima oleh alat reseptor sensorik kita sehingga kita dapat menggabungkan
atau mengelompokkan data yang telah kita terima sebelumnya melalui pengalaman
awal kita.
Komentar
Posting Komentar